Martabak Medan vs Martabak Bandung: Siapa Juara Rasa? – Martabak telah lama menjadi salah satu camilan favorit masyarakat Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, hampir setiap kota memiliki versi martabak andalannya. Namun, dua daerah yang paling sering dibandingkan dalam urusan martabak adalah Martabak Medan vs Martabak Bandung. Keduanya memiliki ciri khas dan penggemar fanatik masing-masing. Tapi jika harus memilih, siapa juara rasa yang sebenarnya?
Asal-Usul dan Karakteristik
Martabak Medan: Tebal, Legit, dan Berani Rasa
Martabak Medan dikenal dengan tampilannya yang menggiurkan—tebal, padat, dan penuh topping. Teksturnya cenderung bonus new member lebih berat dan lembut, dengan pinggiran yang agak renyah. Salah satu ciri khas Martabak Medan adalah penggunaan topping yang melimpah. Mulai dari keju, cokelat, kacang, hingga durian, semua ditumpuk tanpa kompromi. Bahkan, tak jarang martabak ini disajikan dengan berat hingga lebih dari 1 kilogram!
Yang membuat Martabak Medan menonjol adalah kombinasi rasa manis dan gurih yang seimbang. Margarin yang digunakan biasanya lebih banyak, memberikan sensasi “lembap” dan aroma yang khas. Untuk penggemar rasa kuat dan tekstur tebal, martabak ini adalah surga.
Martabak Bandung: Variasi Kreatif dan Tekstur Empuk
Di sisi lain, Martabak Bandung dikenal karena inovasinya. Kota ini menjadi pelopor martabak kekinian, seperti martabak red velvet, matcha, taro, hingga Oreo dan Nutella. Selain tampilannya yang lebih berwarna dan estetik, martabak Bandung cenderung lebih ringan dan empuk.
Keunggulan lain dari martabak asal Bandung adalah kemampuan adaptasi terhadap selera pasar. Jika Martabak Medan fokus pada kelezatan klasik, maka Martabak Bandung menonjol dalam hal kreativitas. Cocok untuk generasi muda yang suka mencoba hal baru.
Komparasi Rasa: Siapa Juara Rasa?
Dalam pertarungan Martabak Medan vs Martabak Bandung, tak bisa dipungkiri bahwa kedua jenis martabak ini menyasar segmen pecinta kuliner yang berbeda.
- Rasa Martabak Medan lebih bold dan klasik. Dengan isian tebal dan topping yang menggila, ini adalah jenis martabak yang membuat perut kenyang dan hati senang. Rasanya cenderung “berat”, cocok untuk pencinta makanan autentik dan intens.
- Rasa Martabak Bandung lebih ringan, tapi tetap nikmat. Dengan beragam varian rasa dan topping kekinian, martabak ini sering jadi pilihan untuk nongkrong atau dibagikan di media sosial bonus new member. Inovatif dan menyenangkan.
Jadi, siapa juara rasa? Jawabannya relatif. Bagi pecinta martabak klasik yang mengenyangkan, Martabak Medan adalah juaranya. Namun, bagi pencari rasa baru yang menyukai tekstur ringan dan varian modern, Martabak Bandung memegang mahkota.
Harga dan Penyajian
Martabak Medan biasanya dibanderol lebih mahal karena porsi dan bahan-bahan yang digunakan lebih banyak. Satu loyang martabak bisa cukup untuk 4–6 orang. Martabak Bandung, meski juga bisa mahal tergantung topping-nya, biasanya lebih ringan dan cocok untuk porsi individu atau berdua.
Dari sisi penyajian, Martabak Medan lebih sering dikemas dalam kotak besar, dengan potongan besar pula. Sementara Martabak Bandung lebih estetis, cocok untuk difoto dan dibagikan di media sosial.
Kesimpulan: Kembali ke Lidah Masing-Masing
Jika pertanyaannya adalah Martabak Medan vs Martabak Bandung: Siapa Juara Rasa?, maka jawabannya kembali ke selera masing-masing. Apakah Anda lebih menyukai martabak yang tebal, legit, dan klasik? Atau martabak yang ringan, variatif, dan modern?
Kedua jenis martabak ini sama-sama layak dicoba dan diapresiasi. Pada akhirnya, tidak ada pemenang tunggal—yang ada adalah petualangan rasa yang seru dan menggugah selera.